Let’s travel together.

70 Praktisi dan Seniman Gamelan Kunjungi Sumur Minyak Tertua di Blora. Ada Apa Saja di Sana?

0 87

Peninggalan sejarah dan budaya yang ada di Blora merupakan sebuah potensi yang harus dilestarikan dan dikenalkan ke luar daerah. Hal inilah yang menjadi tujuan dari kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Sekertaris Direktoral Jendral pada sebuah kegiatan “Anjangsana Kebudayaan”.

Kegiatan yang digelar pada tanggal 15 Agustus ini melibatkan sekitar 70 peserta, terdiri dari praktisi kebudayaan  dan seniman dari luar negeri untuk melakukan kunjungan di empat kabupaten, salah satunya adalah kabupaten Blora. Kunjungan tersebut diharapkan menimbulkan interaksi dan apresiasi saat melihat situs-situs perkembangan seni dan budaya serta meningkatkan potensi seni di masing-masing daerah.

inilah sumur minyak tua yang proses penimbaannya masih menggunakan tenaga manual. Doc : kapankitakemana.id

Sesampainya di tanah Blora, peserta anjangsana kebudayaan yang berasal dari 10 negara disambut oleh tari barongan yang dimainkan oleh anak-anak. Setelah itu peserta diajak ke Ledok, tempat sumur minyak tertua di Blora.

Blora merupakan destinasi budaya dan sejarah

Apa yang ada di dalam benak Traveler jika mendengar Blora? Kabupaten Blora merupakan salah satu penghasil minyak di Indonesia lho. Sebagian wilayah yang ada di Blora memiliki ratusan sumur minyak. Sumur minyak tersebut bisa Traveler jumpai di dalam hutan jati di Cepu, Blora.

Truk bekas ini adalah  sumber tenaga untuk penggerak timba minyak.
Doc : kapankitakeman.id

sumur minyak tua
Doc : kapankitakemana.id

Bisa dikatakan bahwa mayoritas penduduk Blora menggantungkan hidupnya dengan mengelola minyak mentah yang kemudian mereka setorkan ke pertamina.  Salah satu sumur tua itu ada di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Sejarah sumur minyak tua di Desa Ledok

Sumur tua yang ada di Desa Ledok ini memiliki sebuah cerita sejarah yang tak boleh dilupakan. Konon, sumur tua itu merupakan sumur buatan Eyang Jati Kusumo tanpa disengaja. Pada mulanya Eyang Jati Kusumo yang merupakan utusan dari Kesultanan Panjang datang ke Ledok Kecamatan Sambong untuk mencari pusaka Kesultanan Panjang yang hilang.

Saat berkunjung sebaiknya perhatikan beberapa larangan dan tanda bahaya.
Doc : kapankitakemana.id

Saat Eyang Jati Kusumo melakukan ibadah sholat Maghrib, beliau menancapkan tongkatnya ke tanah. Setelah beliau selesai sholat, diambillah tongkatnya dan Eyang Jati Kusumo terkejut lantaran lubang bekas tongkatnya mengeluarkan minyak mentah. Oleh karena banyaknya minyak mentah yang keluar  maka lubang tongkat itu diberi nama dengan Sumur Magung.

Sumur minyak tua yang ada di Blora merupakan sebuah situs budaya dan sejarah yang perlu dilestarikan. Selain menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar melalui minyak mentah tersebut, kawasan tersebut pun bisa menjadi potensi wisata yang layak dikunjungi dan diketahui banyak orang bahwasanya Blora adalah salah satu pemasok minyak di Indonesia.

Uniknya, proses pengambilan minyak mentah ini masih menggunakan alat tradisional, yaitu menggunakan tenaga dari mesin truk bekas yang dikendalikan oleh satu orang operator untuk menggerakkan timba yang ada dalam sumur tersebut.

***

Jika Traveler sedang liburan di Blora, jangan lupa sempatkan mampir ke Desa Ledok untuk mengunjungi sumur minyak tua. Siapkan topi atau payung ya, karena lokasinya panas dan gersang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.